yang dicari di blog ini

Rabu, 18 Juli 2012

Marhaban ya Ramadhan

Walaupun pemerintah belum memutuskan kapan awal Ramadhan tiba, tapi sebagian besar organisasi Islam yang menggunakan metode hisab yang bukan metode rukyah memutuskan nanti malam kita sudah melaksanakan sholat tarawih yang berarti besoknya kita akan puasa.


Dengan datangnya bulan suci penuh berkah, rahmat, dan ampunan ini, saya atas nama CSP (CoretanSiPerantau), diri pribadi dan keluarga mengucapkan Marhaban ya Syahru Ramadhan syahru shiyam. Mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Kita tidak terlepas dari kekhilafan baik yang karena disengaja maupun yang tidak sengaja, baik yang niatnya becanda maupun serius. Mari kita sambut dan kita isi bulan yang suci ini dengan saling memaafkan. 
 

Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1433 H/2012 M.

Kalo sobat CSP mo liat ucapan selamat Ramadhan, kemari aja Kumpulan SMS Ucapan Puasa Ramadhan.

Puasanya jangan bolong-bolong ya Sob.....

Rabu, 11 Juli 2012

TIPS SEHAT DARI CARA MANDI

Hai sobat CSP....
Beberapa hari lagi kita akan bertemu tamu agung, Ramadhan 1433 H. Sudah sejauh mana persiapan sobat CSP dalam menyambut bulan Ramadhan ini. Mudah-mudahan kita selalu diberkahi, diberikan kesehatan dan dipanjangkan umurnya. Amin...

Ngomong-ngomong persiapan Ramadhan, kali ini SiPerantau ingin berbagi tips sehat yang praktis, gratis, dan mudah dilakukan karena setiap hari kita pasti melakukannya yaitu kegiatan mandi (kecuali yang gak pernah mandi). Langsung saja aku kasih tips menjaga kesehatan dari cari mandi yang biasa sobat CSP lakukan. Berikut tipsnya: 
  1. Kalo biasanya sobat CSP mandi langsung mengguyurkan air dari atas/kepala sampe ke bawah kali ini rubah kebiasaan tersebut dengan memulai mandi dari bawah yaitu dengan membasahi anggota tubuh paling bawah dulu. Mulai dari kaki sampe ke atas.
  2. Sobat CSP bisa rasakan ketika membasahi tubuh dari bawah ke atas yaitu kepala sobat akan terasa panas. Nah.... saat itulah sesungguhnya energi-energi negatif dari tubuh keluar melalui kepala sehingga kepala kita terasa sedikit hangat. Karena air memang membawa pengaruh positif pada tubuh kita.  Atau bisa dibilang air kan dingin sedangkan hawa/udara yang ada dalam tubuh kita panas, jadi ketika disiram dengan air, hawa panas tersebut keluar melalui anggota tubuh yang lubang pori-porinya paling besar yaitu kepala. Karena jika kita mulai basuhan dari kepala, gak mungkin hawa panas akan keluar dari kaki sehingga hawa panas tersebut akan tetap di dalam tubuh kita. 
  3. Setelah kepala sudah tidak terasa panas lagi atau sudah mulai adem barulah kita mulai basuh kepala kita sampe prosesi mandi selesai. 

Rabu, 04 Juli 2012

Seputar Pro & Kontra Nishfu Sya'ban

Masih seputar nishfu sya'ban. 
Coretan ini CSP (CoretanSiPerantau) tulis bertepatan dengan malam nishfu sya'ban saat sebagian orang mengisinya dengan amalan-amalan baik dari bacaan-bacan al-Qur'an hingga ibadah sholat. Namun tidak sedikit pula orang yang menganggapnya amalan-amalan tersebut adalah bid'ah (mengada-ada) karena tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. 

Coretan ini ditulis tidak bertujuan untuk menghakimi benar atau salah, karena itu bukan hak makhluk tapi hak sang Khaliq (Sang Pencipta). Kewajiban makhluk hanyalah mencari ilmu agar menjadi tahu sehingga dalam melaksanakan sesuatu tidak hanya taqlid (ikut-ikutan) saja, tapi mempunyai dasar ilmunya. Juga coretan ini dibuat sebagai update dari coretan CSP beberapa jam yang lalu tentang seputar nishfu sya'ban sebelum CSP menemukan referensi yang lain yang menurut CSP lebih baik. 
CSP merasa artikel ini perlu dipublish karena memiliki manfaat pengetahuan terutama bagi yang ingin mendalami Islam, sebelum saling menghakimi mari kita sepakat bahwa "PERBEDAAN ADALAH RAHMAT" yang dada akhirnya keyakinan diserahkan kepada pembaca CSP masing-masing setelah membaca keseluruhan dari coretan ini. (sampe tuntas ya bacanya...)

Kembali ke masalah Pro & Kontra seputar Nishfu Sya'ban, saya mengutip catatan dari www.konsultasisyariah.com dengan author: Ustadz Ammi Nur Baits Beliau adalah Mahasiswa Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website www.konsultasisyariah.com. Berikut ini kutipan dari www.konsultasisyariah.com


Keutamaan Malam Nisfu Syaban


Allah berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran di malam yang berkah, dan sesungguhnya Kami yang memberi peringatan. () Di malam itu diturunkan setiap takdir dari Yang Maha Bijaksana.” (QS. Ad-Dukkhan: 3 – 4).
Diriwayatkan dari Ikrimah – rahimahullah – bahwa yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah malam nisfu syaban. Ikrimah mengatakan:
أن هذه الليلة هي ليلة النصف من شعبان ، يبرم فيها أمر السنة
Sesungguhnya malam tersebut adalah malam nisfu syaban. Di malam ini Allah menetapkan takdir setahun. (Tafsir Al-Qurtubi, 16/126).
Sementara itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang disebutkan pada ayat di atas adalah lailatul qadar dan bukan nisfu syaban. Sebagaimana keterangan Ibnu Katsir, setelah menyebutkan ayat di atas, beliau mengatakan:
يقول تعالى مخبراً عن القرآن العظيم أنه أنزله في ليلة مباركة ، وهي ليلة القدر كما قال عز وجل :{ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر} وكان ذلك في شهر رمضان، كما قال: تعالى: { شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزلَ فِيهِ الْقُرْآنُ }
Allah berfirman menceritakan tentang Al-Quran bahwa Dia menurunkan kitab itu pada malam yang berkah, yaitu lailatul qadar. Sebagaimana yang Allah tegaskan di ayat yang lain, (yang artinya); “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran di lailatul qadar.” Dan itu terjadi di bulan ramadhan, sebagaimana yang Allah tegaskan, (yang artinya); “Bulan ramadhan, yang mana di bulan ini diturunkan Al-Quran.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/245).
Selanjutnya Ibnu Katsir menegaskan lebih jauh:
ومن قال : إنها ليلة النصف من شعبان -كما روي عن عكرمة-فقد أبعد النَّجْعَة فإن نص القرآن أنها في رمضان
Karena itu, siapa yang mengatakan, yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah malam nisfu syaban – sebagaimana riwayat dari Ikrimah – maka itu pendapat yang terlalu jauh, karena nash Al-Quran dengan tegas bahwa malam itu terjadi di bulan ramadhan. (Tafsir Ibn Katsir, 7/246).
Dengan demikian, pendapat yang kuat tentang malam yang berkah, yang disebutkan pada surat Ad-Dukhan di atas adalah lailatul qadar di bulan ramadhan dan bukan malam nisfu Syaban. Karena itu, ayat dalam surat Ad-Dukhan di atas, tidak bisa dijadikan dalil untuk menunjukkan keutamaan malam nisfu Syaban.

Hadis seputar nisfu syaban


Terdapat beberapa hadis yang menunjukkan keutamaan nisfu syaban. Ada yang shahih, ada yang dhaif, bahkan ada yang palsu.
Berikut beberapa hadis tentang nisfu syaban yang tenar di masyarakat;
Pertama,
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?’ (Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378)
Keterangan:
Hadits di atas diriwayatkan dari jalur Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, secara marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Hadits dengan redaksi di atas adalah hadits maudhu’ (palsu), karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah statusnya muttaham bil kadzib (tertuduh berdusta), sebagaimana keterangan Ibnu Hajar dalam At-Taqrib. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkomentar tentang Ibnu Abi Sabrah, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.”[ Lihat Silsilah Dha’ifah, no. 2132]
Kedua,
Riwayat dari A’isyah, bahwa beliau menuturkan:
فقدت النبي صلى الله عليه وسلم فخرجت فإذا هو بالبقيع رافعا رأسه إلى السماء فقال: “أكنت تخافين أن يحيف الله عليك ورسوله” فقلت يا رسول الله ظننت أنك أتيت بعض نسائك فقال: ” إن الله تبارك وتعالى ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب
Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya; “Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?” (maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka anda mendatangi istri yang lain. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam nisfu syaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb.”
Keterangan:
Hadis ini diriwayatkan At-Turmudzi, Ibn Majah dari jalur Hajjaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah bin Zubair dari Aisyah. At-Turmudzi menegaskan: “Saya pernah mendengar Imam Bukhari mendhaifkan hadis ini.” Lebih lanjut, imam Bukhari menerangkan: “Yahya tidak mendengar dari Urwah, sementara Hajaj tidak mendengar dari Yahya.” (Asna Al-Mathalib, 1/84).
Ibnul Jauzi mengutip perkataan Ad-Daruquthni tentang hadis ini:
“Diriwayatkan dari berbagai jalur, dan sanadnya goncang, tidak kuat.” (Al-Ilal Al-Mutanahiyah, 3/556).

Akan tetapi hadis ini dishahihkan Al-Albani, karena kelemahan dalam hadis ini bukanlah kelemahan yang parah, sementara hadis ini memiliki banyak jalur, sehingga bisa terangkat menjadi shahih dan diterima. (lihat Silsilah Ahadits Dhaifah, 3/138).

Ketiga,
Hadis dari Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
Keterangan:
Hadis ini memiliki banyak jalur, diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya Abu Musa, Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al-Khusyani, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhum. Hadis dishahihkan oleh Imam Al-Albani dan dimasukkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah, no. 1144. Beliau menilai hadis ini sebagai hadis shahih, karena memiliki banyak jalur dan satu sama saling menguatkan. Meskipun ada juga ulama yang menilai hadis ini sebagai hadis lemah, dan bahkan mereka menyimpulkan semua hadis yang menyebutkan tentang keutamaan nisfu syaban sebagai hadis dhaif.

Sikap ulama terkait nisfu syaban


Berangkat dari perselisihan mereka dalam menilai status keshahihan hadis, para ulama berselisish pendapat tentang keutamaan malam nisfu Syaban. Setidaknya, ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut ini rinciannya:
Pendapat pertama: Tidak ada keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban.
Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah. Al-Hafizh Abu Syamah mengatakan, “Al-Hafizh Abul Khithab bin Dihyah, dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban, mengatakan, ‘Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satu pun hadis sahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban.”” (Al-Ba’its ‘ala Inkaril Bida’, hlm. 33)
Dalam nukilan yang lain, Ibnu Dihyah mengatakan:
لم يصح في ليلة نصف من شعبان شيء ولا نطق بالصلاة فيها ذو صدق من الرواة وما أحدثه إلا متلاعب بالشريعة المحمدية راغب في زي المجوسية
“Tidak ada satupun riwayat yang shahih tentang malam nisfu syaban, dan para perowi yang jujur tidak menyampaikan adanya shalat khusus di malam ini. Sementara yang terjadi di masyarakat berasal dari mereka yang suka mempermainkan syariat Muhammad yang masih mencintai kebiasaan orang majusi (baca: Syiah). (Asna Al-Mathalib, 1/84)
Hal yang sama juga dinyatakan oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz. Beliau mengingkari adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Beliau mengatakan, “Terdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat di malam nishfu Sya’ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis).” (At-Tahdzir min Al-Bida’, hlm. 11)
Pendapat kedua: Ada keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban.
Para ulama yang menilai shahih beberapa dalil tentang keutamaan nisfu syaban, mereka mengimaninya dan menegaskan adanya keutamaan malam tersebut. Diantara hadis pokok yang mereka jadikan landasan adalah hadis dari Abu Musa Al-Asy’ari;
إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (H.R. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Diantara jajaran ulama ahlus sunah yang memegang pendapat ini adalah ahli hadis abad ini, Imam Muhammad Nasiruddin Al-Albani. Bahkan beliau menganggap sikap sebagian orang yang menolak semua hadis tentang malam nisfu syaban termasuk tindakan yang gegabah. Setelah menyebutkan salah satu hadis tentang keutamaan malam nisfu syaban, Syaikh Al-Albani mengatakan:
فما نقله الشيخ القاسمي رحمه الله تعالى في ” إصلاح المساجد ” (ص 107) عن أهل التعديل والتجريح أنه ليس في فضل ليلة النصف من شعبان حديث صحيح، فليس مما ينبغي الاعتماد عليه، ولئن كان أحد منهم أطلق مثل هذا القول فإنما أوتي من قبل التسرع وعدم وسع الجهد لتتبع الطرق على هذا النحو الذي بين يديك. والله تعالى هو الموفق
Keterangan yang dinukil oleh Syekh Al-Qosimi -rahimahullah- dalam buku beliau; ‘Ishlah Al-Masajid’ dari beberapa ulama ahli hadis, bahwa tidak ada satupun hadis shahih tentang keutamaan malam nisfu syaban, termasuk keterangan yang tidak layak untuk dijadikan sandaran. Sementara, sikap sebagian ulama yang menegaskan tidak ada keutamaan malam nisfu syaban secara mutlak, sesungguhnya dilakukan karena terlalu terburu-buru dan tidak berusaha mencurahkan kemampuan untuk meneliti semua jalur untuk riwayat ini, sebagaimana yang ada di hadapan anda. Dan hanyalah Allah yang memberi taufiq. (Silsilah Ahadits Shahihah, 3/139)
Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syekhul Islam mengatakan, “… Pendapat yang dipegang mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Mazhab Hanbali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para shahabat dan tabi’in ….” (Majmu’ Fatawa, 23/123)
Ibnu Rajab mengatakan, “Terkait malam nishfu Sya’ban, dahulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu ….” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 247)
Kesimpulan:
Dari keterangan di atas, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan:
Pertama, malam nishfu syaban termasuk malam yang memiliki keutamaan. Hal ini berdasarkan hadis, sebagaimana yang telah disebutkan. Meskipun sebagian ulama menyebut hadis ini hadis yang dhaif, namun, insya Allah yang lebih kuat adalah penilaian Syekh Al-Albani, yaitu bahwa hadis tersebut berstatus sahih.
Kedua, belum ditemukan satu pun riwayat yang shahih, yang menganjurkan amalan khusus maupun ibadah tertentu ketika nishfu Syaban, baik berupa puasa atau shalat. Hadis shahih tentang malam nisfu syaban hanya menunjukkan bahwa Allah mengampuni semua hamba-Nya di malam nishfu sya’ban, tanpa dikaitkan dengan amal tertentu. Karena itu, praktek sebagian kaum muslimin yang melakukan shalat khusus di malam itu dan dianggap sebagai shalat malam nisfu syaban adalah anggapan yang tidak benar.
Ketiga, Ulama berselisih pendapat tentang apakah dianjurkan menghidupkan malam nishfu Sya’ban dengan banyak beribadah? Sebagian ulama menganjurkan, seperti sikap beberapa ulama tabi’in yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Sebagian yang lain menganggap bahwa mengkhususkan malam nishfu Sya’ban untuk beribadah adalah bid’ah.
Keempat, Ulama yang memperbolehkan memperbanyak amal di malam nishfu Sya’ban menegaskan bahwa tidak boleh mengadakan acara khusus, atau ibadah tertentu, baik secara berjamaah maupun sendiri-sendiri, di malam nisfu syaban, karena tidak ada amalan sunah khusus di malam nishfu Sya’ban. Untuk itu, menurut pendapat ini, seseorang diperbolehkan memperbanyak ibadah secara mutlak, apa pun bentuk ibadah tersebut.
Allahu a’lam





SEPUTAR NISHFU SYA'BAN


Tidak terasa sekarang masuk pertengahan bulan Saban berarti beberapa saat lagi kita semua akan memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah, rahmat, serta pengampunan yaitu bulan dimana segala aktivitas kita bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Subhanallah.

Kembali lagi pada bulan Saban dimana kita berada sekarang menurut beberapa teman banyak keutamaannya, terutama malam pertengahan bulan Saban atau yang populer disebut dengan Nisfu Saban apabila diisi dengan sederet kegiatan ibadah mulai dengan membaca surat Yasin 3 kali, dan lain-lain.

Tapi saya juga merasa tersekat hati ini karena ada juga yang bilang bahwa seluruh kegiatan ibadah pada Nisfu Saban adalah bid'ah, karena tiada keterangan shahihyang menjadi dasar kegiatan tersebut atau dengan kata lain tiada keterangan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada zaman Rasulullah SAW. dan masa salafus shalih.

Bingung jadinya.... apalagi kalau ingat dengan hadits Nabi SAW. sebagai berikut,

Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat. (HR. Abu Dawud, dan At-Tirmidzi; hadits hasan shahih)

Kemudian banyak pertanyaan yang muncul, seperti :

Apakah sebenarnya Nisfu Saban itu ?
Apakah benar pada malam itu disunatkan melakukan amalan/ibadah tertentu ?
Bagaimanakah hukumnya meyakini hal ini ?
Setelah saya mencoba blogwalking di dunia maya ini, akhirnya sampai pada situsUstadz Ahmad Sarwat, Lc. dan setelah dibaca-baca terdapat pencerahan yang menjawab keragu-raguan hati ini.

Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ahmad Sarwat Lc. menjawab pertanyaan tersebut di atas:

Memang benar bahwa secara umum bulan Saban punya kekhususan tersendiri. Keterangan itu kita dapat dari hadits-hadits yang shahih, yang merupakan keterangan yang valid dari Rasulullah SAW. tentang keutamaan bulan Saban :

-          Amal Hamba Diangkat ke Langit. 

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Saban merupakan bulan di mana amal shalih setiap hamba akan diangkat ke langit.

Salah satu dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW. berikut ini :
Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya, “Wahai Rasulullah saw, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Saban.” Rasul SAW. bersabda, "Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa. (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)

-          Starting Point Persiapan Ramadhan. 

Di samping itu bulan Saban yang letaknya persis sebelum Ramadhanseolah menjadi starting point untuk menyambut kedatangan bulanRamadhan. Sehingga isyaratnya adalah kita perlu menyiapkan bekalibadah untuk menyambut bulan Ramadhan. Dalam hal mempersiapkan hati atau sisi ruhiyah, Rasulullah SAW. mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Saban,

Dari ‘Aisyah RA. berkata : Saya tidak melihat Rasulullah SAW.menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Saban. (HR Muslim)

Mengkritisi Kekuatan Riwayat Amaliah Nisfu Syaban

Sedangkan khusus tentang keutamaan malam pertengahan bulan, atau lebih dikenal dengan istilah Nisfu Saban, memang ada dalil yang mendasarinya. Namun para ulama berbeda pendapat tentang kekuatan derajat periwayatannya.

Sebagian kalangan menggunakan dalil-dalil lemah itu dengan alasan bahwa bila suatu hadits tidak terlalu parah kelemahannya, masih boleh digunakan landasan ibadah yang bersifat keutamaan. Sebagian lain agak ketat dalam menyeleksi dalil-dalil yang dianggap dhaif, sehingga semuanya dibuang begitu saja.

Di antara dalil-dalil yang dianggap lemah itu misalnya hadits berikut ini:

Sesungguhnya Allah SWT. bertajalli (menampakkan diri) pada malam Nisfu Saban kepada hamba-hamba-Nya serta mengabulkan doa mereka, kecuali sebagian ahli maksiat.

Memang kalau kita mau jujur dengan hasil penelitian para muhaddtis,riwayat hadits ini tidak mencapai derajat shahih. Ada sebagian kalangan yang menghasankan, tetapi tidak sedikit juga yang secara tegas mendhaifkannya.

Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan bahwa tidak ada satu hadits shahih pun mengenai keutamaan malam Nisfu Saban.

Begitu juga Ibnu Katsir telah mendha’ifkan hadits yang menerangkan tentang bahwa pada malam Nisfu Saban itu, ajal manusia ditentukan dari bulan pada tahun itu hingga bulan Saban tahun depan.

Sedangkan amaliyah yang dilakukan secara khusus pada malam Nisfu Saban itu, sebagaimana yang sering dikerjakan oleh sebagian umat Islam dengan serangkaian ritual, kami tidak mendapatkan satu petunjuk pun yang memiliki dasar yang kuat.

Sebagaimana kita tahu, sebagian dari umat ini banyak yang mengkhususkan malam itu untuk membaca Surat Yasin, atau melakukan shalat sunnah dua raka’at dengan niat minta dipanjangkan umur, atau niat agar menjadi kaya dan seterusnya. Memang praktek seperti ini ada di banyak negeri, bukan hanya di Indonesia, tetapi di Mesir, Yaman dan negeri lainnya.

Bahkan mereka pun sering membaca lafaz doa khusus yang -entah bagaimana- telah tersebar di banyak negeri meski sama sekali bukan berasal dari hadits Rasulullah SAW.

Kritik terhadap Lafaz Doa Malam Nisfu Syaban

Sering kita dapati bahwa sebagian umat Islam memanjatkan doa khusus pada malam Nisfu Saban. Di dalam doa itu mereka meminta agar Allah SWT.menghapuskan taqdir yang buruk yang telah tertulis di lauhil mahfuz. Seperti doa berikut ini:

Ya Allah, jika Engkau mencatat aku di sisi-Mu dalam ummul kitab, sebagai orang yang celaka (sengsara), terhalang, terusir, atau sempit rizkiku, maka hapuskanlah Ya Allah dengan dengan karunia-Mu atas kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku dan kesempitan rizkiku. Dan tetapkanlah aku disisi-Mu di dalam ummul kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rizki, dan diberi pertolongan kepada kebaikan seluruhnya. Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar, di dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan Nabi-Mu yang Engkau utus: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya lah terdapat Ummul Kitab (lauhil Mahfuz).

Hal itu karena mereka berhujah bahwa Allah SWT. dengan kehendak-Nyabisa menghapus apa-apa yang pernah ditulisnya di lauhil mahfuz dan menggantinya dengan taqdir yang lain. Dasarnya adalah firman Allah SWT. :
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauhil Mahfuz). (QS. Ar-Ra’d : 39)

Oleh sebagian ulama, lafaz doa seperti itu dianggap bertentangan, karena apa-apa yang sudah tertulis di lauhil mahfuz tidak mungkin dihapus. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. :
Dari Ibnu Umar RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda, ”Allah SWT.menghapuskan apa yang dikehendaki-Nya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali kebahagiaan, kesengsaran dan kematian.”

Ibnu Abbas berkata, ”Allah SWT. menghapuskan apa yang dikehendaki-Nyadan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali penciptaan, perilaku,ajal, rizqi, kebahagiaan dan kesengsaran.”


Selain itu lafaz doa itu seolah-olah menggantungkan kepada Allah SWT.apakah ingin mengabulkan atau tidak. Padahal salah satu adab berdoa adalah harus ber’azam atau bertekad kuat untuk dikabulkan. Sedangkan penggunaan lafaz (bila Engkau kehendaki), seolah mengesankan tidak serius dalam meminta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. :
Bila kamu meminta kepada Allah SWT. maka mantapkanlah permintaanmu itu.

Wallahu a`lam bishshawab.

sumber: 

Sabtu, 09 April 2011

Free FLV Converter

Bagi yang sering download film atau video di youtube tentu sudah tidak asing lagi dengan video yang berformat .FLV

Namun bagi sebagian komputer dengan aplikasi yang berbeda format .flv ini tidak dapat disetel pada komputer, jadi ga bisa ditonton deh hasil download-annya.
Atau ada juga yang menginginkan format video youtube ini bisa disetel di TV/DVD/VCD melalui USB. Tapi TV atau DVD kita tidak mendukung format .FLV.

Ini dia solusinya
Free FLV Converter dapat merubah video dengan format FLV menjadi format AVI, IPHONE, IPOD, AUDIO ONLY, PSP,FLV, 3G2, 3GP, WMF, MP4, MPEG2 dengan pilihan video codec MPEG4, DIVX4, DIVX5, WMV2.

Untuk mendownload silahkan klik link di bawah ini
download melalui 4shared klik di sini

Untuk download Free FLV converter yang dapat menggabungkan beberapa file/video dan lebih banyak lagi mendukung format video silahkan download disini.

Terima kasih semoga bermanfaat.

Semoga bermanfaat ya!

Cara Mudah Membuat DVD Vidieo Playable Video Player

dvd flick

Ketika kita mempunyai koleksi video cukup banyak, dan kita ingin menyimpannya dalam DVD agar bisa dijalankan di TV dengan DVD Player, kadang kita bertanya-tanya bagaimana caranya. Jika langsung simpan di DVD begitu saja maka tidak akan bisa di jalankan di DVD Player.

Sebelumnya hal ini mungkin terasa menyusahkan, tetapi saat ini ada program free dan open source yang bisa digunakan dengan mudah.

Dengan DVD Flick, sebuah program gratis dan open source, kita bisa menyimpan berbagai format video yang kita miliki ke dalam sebuah keping DVD dan kompatibel untuk dijalankan di TV dengan Video player.

dvd-flick

Format video yang didukung sangat banyak, yaitu : AVI, AVS, DivX, FLV, HDMOV, MPG, MPEG, MPV, M2V, TS, MP4, M4V, MKV, MJPG, NUT, 3GP, 3G2, NSV, QT, MOV, RM, SMK, OGM, WMV dan ASF. Hasil keluaran bisa disesuaikan sesuai dengan Ukuran DVD yang umum 4.3 GB atau juga berbagai format/ukuran lainnya. Hasil keluaran bisa dipilih untuk langsung di burning (simpan) ke DVD atau dalam bentuk file ISO yang bisa di burning lain waktu. Atau dihasilkan file-file DVD langsung di hardisk.

Berikut langkah-langkah untuk membuat DVD Video dengan DVD Flick :
1. Download dan Install DVD Flick

Untuk Download klik di sini DVD Flick ( sekitar 5 MB) dan install di komputer.

2. Konfigurasi Setting

Setelah di install, jalankan DVD Flick, kemudian langkah pertama adalah Konfigurasi Setting. Klik Menu Project Setting. Di Menu General bagian Title, isikan judul Video (project) yang diinginkan yang nantinya akan tampil sebagai judul DVD. Pilih Target size yang diinginkan, standardnya 4.3 GB ( sesuai kapasitas DVD). Encoder Priority pilih Below Normal atau Normal. Penjelasannya bisa dilihat dengan klik icon kuning dengan tanda tanya disampingnya.

dvd-flick-setting

Selanjutnya di bagian Video, untuk wilayah kita (Eropa, Asia , Afrika) pilih PAL. Setting video lainnya dibiarkan saja seperti itu, kecuali ingin mencoba-coba sendiri. Kemudian, di Bagian Burning, kita bisa memilih Create ISO Image, untuk menghasilkan keluaran dalam format *.ISO yang nantinya bisa kita burning ke DVD, jika kita ingin langsung menyimpan hasilnya ke DVD ( harus ada DVD-RW dan DVD kosong) bisa dipilih Burn Project to disc. Jika tidak dipilih dua-duanya, akan file-file DVD akan disimpan di hardisk.

Setelah selesai mengatur Project Setting, klik Accept.

3. Memasukkan Video

Selanjutnya kita bisa manambahkan video-video yang ingin kita masukkan dalam DVD. Kapasitasnya ditunjukkan dalam tampilan progress kuning di sebelah kiri ( dalam persen). Kita bisa menambahkan berbagai format video yang didukung dengan klik tombol +Add title… Kita bisa mengedit pengaturan masing-masing video dengan klik Edit title atau double klik tiap-tiap video.

dvd-flick-add-video

4. Menyimpan den Membuat DVD

Setelah semua video dimasukkan jangan lupa untuk menyimpan Project, klik Save Project. Kemudian jika kita memilih keluaran dalam bentuk ISO atau disimpan ke hardisk, pilih lokasinya yang bisa diatur di bagian bawah Project destination folder. Pastikan space masih cukup untuk menyimpan filenya. Setelah semua diatur, klik Create DVD untuk memulai proses pembuatan DVD file.

dvd-flick-create-dvd

Proses ini biasanya akan memerlukan waktu cukup lama, sesuai dengan durasi total video dan CPU (Processor) komputer yang digunakan.

Source: http://ebsoft.web.id/2009/10/01/cara-mudah-membuat-dvd-video-untuk-dvd-player/